Saturday, March 27, 2010

AYAH yang perduli tetapi bukan dengan kata-kata

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Bundanya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Bunda lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Bunda untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Bunda-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Bunda tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Bunda bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Bunda takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Bunda menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Bunda yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak
boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Bunda....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Bunda dan memelukmu erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.

Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Ayah tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....
Ayah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)

Yes I love you so much, Father ..

DEMIKIAN DENGAN BAPA YANG DI SURGA SELALU MEMPERHATIKAN KITA DAN MENJAGA KITA ...... Mzm 23

Thursday, March 18, 2010

Tuhan selalu bersamamu anakku

Di suatu desa tinggal lah seorang ibu dan anaknya laki-laki yang masih kecil....tetapi di luar dugaan anak ini merasa malu sekaligus merasa kesal dengan keadaan fisik ibunya....karena kondisi fisik ibunya ini dia selalu menjadi buah bibir teman-temanya di sekolah bahkan di tengah-tengah masayarakat....kondisi ibunya begitu memprihatinkan karena ibunya hanya mempunyai 1 mata saja....bahkan anak ini selalu berkata "lebih baik aku hidup tanpa ibu dari pada aku harus malu seperti ini"....tetapi dengan penuh kasih sayang ibu itu tetap menyanyangi anaknya....selayaknya ibu terhadap anak....

Suatu waktu di saat malam tiba dan sudah memasuki jam tidur malam....anak ini terjaga dari tidurnya karena merasa haus kemudian dia melangkah menuju dapur yang harus melewati kamar ibunya....tanpa sengaja waktu menuju dapur dia melihat pintu kamar ibunya sedikit terbuka, kemudian dia mengintip ke kamar ibunya dan melihat ibunya sedang sujud di lantai dan tertunduk menghadap tempat tidurnya yang sudah kusam sambil melipat tangannya untuk berdoa....anak ini mendengar namanya disebut dalam doa ibunya....tetapi anak ini berkata dalam hati "aku harus bisa hidup sendiri di luar rumah"....

Waktu terus berjalan mengiringi pertumbuhan anak tersebut....sampai pada akhirnya dia dewasa dan mulai keluar dari rumah untuk mencari nafkah....kemudian disaat dia menempuh karirnya dia sukses dan bertemu dengan seorang wanita dan menikah tanpa memberi tahu kepada ibunya karena malu dan rasa kesal masih menyelimuti hatinya....tetapi ibunya tetap mendapat kabar dari teman-teman anak itu yang masih tinggal di desanya....dan suatu saat ibu ini mendapatkan alamat rumah anaknya....dan menuju ke alamat itu.....untuk melepas kangennya terhadap anak, menantu, dan cucunya dia hanya bisa melihat dari kejauhan....karena bila mendekat dia akan dimarahin oleh anaknya....
begitu terus sampai pada akhirnya anaknya tahu kalau ibunya mengawasi dia dan keluarga barunya dari kejauhan....akhirnya dia pun mendatagi ibunya dan memarahi ibunya....ibunya pun pulang dengan menarik nafasnya yang sudah mulai sesak karena berjalan jauh dan mengelus dadanya....

Pada suatu saat sekolahan di mana anak itu bersekolah pada masa kecilnya mengadakan reuni akbar....untuk melepas kangen dengan masa kecilnya dia pun pulang secara tiba-tiba dan diam-diam ke desanya....karena takut kabarnya datang ke desa itu terdengar oleh ibunya....

Tanpa diduga anak itu pun datang menjenguk diam-diam ke rumahnya di mana ibunya tinggal dan tempat dia dibesarkan....karena dia tahu pada saat siang hari ibunya biasa ke sawah untuk menjaga padi-padinya....
kemudian dia masuk secara diam-diam melihat situasi rumahnya saat ini....dan diluar dugaannya, dia mendapatkan posisi pintu kamar ibunya seperti malam itu....kemudian pun dia mulai membayangkan masa kecilnya sewaktu mengintip ibunya berdoa di kamar sambil bersujud....dia pun mengambil keputusan untuk masuk ke kamar ibunya....tapi dia terkejut saat membuka pintu kamar ibunya lebih lebar, dia melihat sosok tubuh wanita rentah seperti malam itu....yang sujud berdoa tetapi tidak ada suara terdengar....kemudian dia coba untuk menegur ibunya tetapi ibunya tidak menggublis tegurannya sama sekali, dia pun mulai memegang pundak ibunya....tetapi yang dia dapatkan adalah ibunya sudah meninggal dengan posisi sujud berdoa dan di tangannya terdapat sebuah surat....kemudian anak itu pun mangambil surat itu dan membacanya....surat itu berbunyi:

"anak ku....sudah cukup lama ibu hidup dan melihat kamu tumbuh besar dan mempunyai keluarga....ibu benar-benar meminta maaf kalau selama hidup ibu membuat kamu malu dan marah dengan fisik ibu yang hanya mempunyai 1 mata....tapi apakah kamu pernah mengetahui kalau pada saat kamu kecil kamu mengalami kecelakaan dan kamu harus kehilangan 1 mata mu....???tapi ibu juga tidak bisa membayangkan dan melihat kamu tumbuh dengan 1 mata karena kamu akan menghadapi berbagai ejekan dan celaan dari semua orang....jadi ibu memutuskan untuk memberikan 1 mata ibu kepada mu sehingga kamu bisa tumbuh normal seperti anak-anak lainnya....ibu tidak menyalahkan kamu bila kamu marah dan malu mempunyai ibu dengan kondisi fisik dengan 1 mata....tapi ibu bangga kamu bisa sukses seperti sekarang ini dan tolong jaga anak mu baik-baik sampai dia bisa bertumbuh besar dan dewasa seperti kamu....Tuhan selalu bersama mu anak ku....salam....ibu yang selalu mengasihi kamu"


cerita di atas menggambarkan bagaimana kita bisa memaafkan orang lain yang bersalah kepada kita....bukan hanya dari orang tua ke anak atau sebaliknya tetapi lebih dari itu Tuhan Yesus yang menjadi teladan dan mengajari kita untuk memaafkan orang lain yang bersalah kepada kita....bahkan Tuhan Yesus sendiri harus mati di kayu salib untuk menebus semua dosa kita sehingga kita tidak bercela di hadapanNya.... "we are the reason"....
percakapan Tuhan Yesus dengan petrus pun mengajarkan kita untuk memaafkan orang lain....ini tercatat dalam Matius 18:21-22....di situ petrus bertanya...."Tuhan, samapai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku..??sampai tujuh kali..??"
kemudian Tuhan menjawab...."bukan sampai tujuh kali, melainkan samapai tujuh puluh kali tujuh kali"
mungkin kalau di tullis dalam angka 70x7x....
tapi bukan perhitungan seperti itu yang dimaksudkan....yang dimaksudkan adalah sebanyak-banyaknya kita harus belajar untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita....

"so bagaimana dengan anda..??apakah kita mau belajar untuk mengampuni...............??